BAGIAN II

Dakwah dan Kajiannya

Arti Dakwah

Dakwah secara bahasa berasal dari kata da’a, yad’u, da’watan yang berarti ajakan, seruan, undangan, dan panggilan. Sedangkan secara istilah berarti menyeru untuk mengikuti sesuatu dengan cara dan tujuan tertentu. Menurut Muhammad Al-Bahiy, berarti merubah suatu situasi ke situasi yang lebih baik sesuai ajaran islam. Menurut Aly Mahfuzd memotivasi manusia untuk berbuat kebaikan dan petunjuk, menyuruh pada yang ma’ruf, dan mencegah pada yang munkar, untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Aly Shalih Al-Mursyid memberikan pengertian dakwah sebagai cara untuk menegakkan kebenaran yang hakiki dan kebaikan serta hidayah serta melenyapkan kebethilan dengan berbagai pendekatan, metode, dan media.

Dimensi Dakwah

Dalam dakwah terdapat dua dimensi besar: pertama mencakup penyampaian pesan kebenaran yaitu dimensi kerisalahan (bi ahsan al-qawl), serta kedua mencakup pengaplikasian nilai kebenaran yang merupakan dimensi kerahmatan (bi ahsan al amal).

Dimensi Kerisalahan

Dimensi ini memerankan tugas rasul untuk menyeru agar manusia lebih memahami, mengetahui, menghayati, dan mengamalkan islam sebagai pandangan hidupnya. Dengan demikian dimensi bi ahsan al-qawl mencoba menumbuhkan kesadaran diri dalam (individu/masyarakat) tentang kebenaran nilai dan pandangan hidup secara islami, sehingga terjadi proses internalisasi nilai islam sebagai nilai hidupnya. Dalam hal ini (1) islam merupakan sumber nilai, (2) dakwah sebagai proses laih nilai.

Irsyad ialah penyebarluasan ajaran islam yang sangat spesifik di kalangan sasaran tertentu. Ia menampilkan hubungan personal antara pembimbing dengan terbimbing (pemecahan masalah individual). Irsyad memiliki makna internalisasi, yaitu proses penaklukan ilham taqwa terhadap ilham fujur. Tujuannya agar diri sendiri menjadi matang. Irsyad juga bermakna transmisi, proses membimbing tehadap individu, atau kelompok kecil (nasihah) atau memberikan solusi atas permasalahan kejiwaan yang dihadapi.

Adapun tablig mencakup penyebarluasan ajaran islam melalui sarana pemancar, sarana transmisi dengan menggunakan elektomagnetik. Bersifat massal, bahkan bisa tanpa batasan ruang dan wilayah. Sedangkan bermakna difusi, yaitu proses penyebarluasan ajaran islam dengan bahasa lisan dan tulisan melalui bermacam-macam media masa kepada orang banyak.

DAKWAH

DIMENSI DAKWAH BENTUK DAKWAH FROKUS (BIDANG) KEGIATAN DAKWAH
Dakwah Bi ahsan Al-Qawl(kerisalahan) IRSYAD (Internalisasi dan Transmisi) BIMBINGAN
KONSEKLING
PENYULUHAN
PSIKOTERAPI ISLAM
TABHLIGH (transmisi dan Difusi) KHUTBAH/KHITOBAH
KITABAH
RADIO
TELEVISI
FILM

Irsyad meliputi bimbingan dan penyuluhan. Sedangkan tabligh, kajian dakwahnya melalui media mimbar, media cetak, radio, televisi, dan film.

Bimbingan: bidang ini mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar dan teori bimbingan, mulai dari dasar-dasar fungsi dan ruang lingkup bimbingan BK. Kemudian mempelajari teori-teori dasar bimbingan. Tujuannya memberikan bekal pemahaman dan wawasan mengenai bimbingan sehingga dapat membantu dalam melaksanakan aktivitas bimbingan islam.

Koseling: bidang ini mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar dan teori konseling, menjelaskan dasar-dasar, fungsi dan ruang lingkup konseling. selain itu mengkaji teori-teori dasar konseling untuk dapat di terapkan dilapangan. Tujuannya adalah memberikan bekal pemahaman dan wawasan mengenai konsep dan aplikasi konseling.

Psikoterapi islam: bidang ini mengkaji tentang masalah-masalah dasar dalam psikoterapi, mengemal jenis psikoterapi, persamaan-perbedaan psikoterapi dan konseling serta mengenal dasar-dasar prosedur, teknik dan pendekatan dalam psikoterapi khususnya psikoterapi religius. Di samping itu mengkaji prinsip-prinsip dasar mengenai teori dan teknik-teknik psikoterapi dalam pendekatan islam dan posisi psikoterapi dalam pendekatan islam. Tujuannya adalah agar umat mengenal dan memahami konsep-konsep psikoterapi dalam melakukan terapi menurut pendekatan islam.

Penyuluhan islam, bidang ini mengkaji tentang penyuluhan islam sebagai salah satu cabang ilmu dakwah. Kajiannya meliputi sejarah perkembangan, tujuan dan fungsi, ruang lingkup serta konsep-konsep dasar bimbingan dan penyuluhan islam sebagai landasan bagi penguasa ilmu bimbingan penyuluhan islam secara spesifik dan mendalam, dan masih banyak lagi.

Dimensi Dakwah: (1) Tabligh, (2) Irsyad, (3) Tadbir, (4) Tathwir.

Dimensi diatas, dapat juga dilihat dari aspek interaksi antara da’i dengan mad’u ketika menyampaikan pesan dakwah melalui bentuk utama dakwah, secara kuantitatif membentuk variasi konteks dakwah yang dapat di formulasikan dengan “term”: da’wah nafsiyah, da’wah fardiyah, da’wah fi’ah qalilah, da’wah fi’ah katsirah, da’wah hizbiyah atau jamiyah, dan da’wah ummah atau jumhuriyah. Sedangkan ketika interaksi da’i dengan mad’u yang berbeda suku, etnik, dan budaya adalah da’wah syu’ubiyah-qabaliyah.

Pembagian term da’wah bi ahsan qawl: 1)irsyad, wa’zh, dan istisyfaislam (bimbingan, penyuluhan, dan terapi islam), dan 2)tabligh islam. Bagi yang pertama, berlangsung dalam konteks dakwah variasi konteks. Wujudiyah dakwah ini dalam semua tatarannya menjadi fokus kajian jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI).

Dimensi kerahmatan

Dimensi dakwah yang kedua adalah dakwah dimensi kerahmatan (bi ahsan al amal) Ia mengacu pada firman Allah, QS Al-Anbiya: 107. Dakwah kwerahmatan ini merupakan upaya merngaktualisasikan islam sebagai rahmat dalam kehidupan umat manusia. Dalam dakwah kerahmatan ini yang di tuntut dan di tuju ialahumat islam secara terus-menerus berproses untuk membuktikan validitas Islam yang telah di klaim sebagai rahmatan lil alamin.

Dirangkum dari Buku : Dasar-Dasar Ilmu Dakwah, Aep Kusnawan dkk.

About these ads