BAGIAN VI

Kajian Aksiologi Ilmu Dakwah

 

H. Agus Ahmad Safe’i

 

Aksiologi Dakwah Perspektif al-Qur’an

Pada dasarnya dakwah merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan ini dimaksudkan sebagai pemberi arah atau pedoman bagi gerak langkah kegiatan dakwah.

Menurut al-Qur’an, salah satu tujuan dakwah dapat ditemukan dalam surat Yusuf ayat 108, sebagaimana dapat dibaca demikian:

Katakanlah: inilah jalan (agama-Ku), aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.

Menurut Abdul Rosyad Saleh:

Tujuan utama dakwah adalah nilai atau hasil akhir yang ingin dicapai atau diperoleh oleh keseluruhan tindakan dakwah. Sedangkan Tujuan departemental dakwah adalah merupakan tujuan perantara.

Tujuan utama merupakan muara akhir dari tujuan departemental, sedangkan tujuan departemental merupakan sarana bagi tercapainya tujuan utama tadi. Salah satu contoh dari proses pencapaian tujuan departemental dakwah adalah dalam bidang pendidikan.

Tujuan-tujuan tersebut sebenarnya merupakan tahapan-tahapan ideologis dari satu tujuan asasi dakwah, yaitu membentuk manusia takwa.

Menurut Syukriadi Sambas, tujuan dakwah islam dengan mengacu kepada kitab al-Qur’an sebagai kitab dakwah, antara lain dapat dirumuskan sebagai berikut.

1)      Merupakan upaya mengeluarkan manusia dari kegelapan hidup (zhulumat) kepada cahaya kehidupan yang terang (nur). (Q.S: 2: 257).

2)      Upaya menegakkan sibghah Allah (celupan hidup dari Allah) dalam kehidupan makhluk Allah (Q.S: 2: 138).

3)      Upaya menegakkan fitrah insaniyah. (Q.S: Al-Rum:30).

4)      Mempromosikan tugas ibadah manusia sebagai hamba Allah (Q.S: 59: 7).

5)      Mengestefetkan tugas kenabian dan kerasulan (Q.S: 59: 7)

6)      Upaya menegakkan aktualisasi pemeliharaan agama, jiwa, akal, generasi, dan sarana hidup.

7)      Perjuangan memenangkan ilham taqwa atas ilham fujur dalam kehidupan individu, keluarga, kelompok, dan komunitas manusia.

Jelaslah bahwa dakwah dengan tujuan-tujuan tersebut di atas akan membentuk masyarakat manusia yang konstruktif menurut ajaran islam, di samping mengadakan koreksi terhadap situasi dan segala kondisi atau seluruh bentuk penyimpangan dan penyelewengan dari ajaran agama dan menjauhkan manusia dari segala macam kejahiliyahan dan kebekuan pikiran. Wallahu’alam.